Wisata Budaya

Taman Sari Yogyakarta: Menjelajahi Taman Kerajaan, Lorong Rahasia, dan Kolam Pemandian Sultan

Oleh Reza Adetya Tama 5 menit baca

Gambar Taman Sari Jogja

Kalau kamu sedang menjelajahi kawasan keraton, ada satu tempat yang hampir selalu masuk daftar wajib: Taman Sari.

Tempat ini bukan sekadar objek wisata biasa. Dulu, Taman Sari adalah taman kerajaan yang digunakan oleh Sultan dan keluarga untuk beristirahat, bermeditasi, hingga kegiatan pribadi yang cukup eksklusif.

Sekarang, yang tersisa memang tidak lagi utuh seperti dulu. Tapi justru di situlah daya tariknya—kamu seperti diajak menyusun ulang potongan sejarah yang masih bertahan.


Sekilas Tentang Taman Sari

[Sumber Gambar: Wikipedia] (https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Sari_Yogyakarta#/media/Berkas:Het_waterkasteel_te_Djokjakarta.jpg)

Taman Sari dibangun pada masa Sultan Hamengkubuwono I sekitar abad ke-18. Kompleks ini dulunya sangat luas, bahkan konon terhubung langsung dengan Keraton melalui lorong bawah tanah.

Fungsinya tidak hanya satu. Taman Sari pernah menjadi:

Sebagian besar bangunan memang sudah rusak akibat gempa dan waktu, tapi beberapa bagian utama masih bisa kamu jelajahi hingga sekarang.

Tiket masuk: sekitar Rp10.000 – Rp15.000/orang


Daya Tarik Utama di Taman Sari

Saat masuk ke dalam kawasan ini, ada beberapa spot yang tidak boleh kamu lewatkan.

1. Kolam Pemandian (Umbul Binangun)

Umbul Binangun Tamansari

Ini adalah ikon utama Taman Sari.

Kompleks kolam ini terdiri dari beberapa bagian, dengan bangunan menara kecil di tengah yang dulu digunakan Sultan untuk melihat para selir yang sedang mandi.

Arsitekturnya unik, dengan perpaduan gaya Jawa dan sentuhan Eropa. Air kolam yang tenang, dinding tua, dan suasana terbuka membuat tempat ini jadi salah satu spot foto paling populer.


2. Lorong Bawah Tanah

Salah satu hal yang membuat Taman Sari terasa “misterius” adalah keberadaan lorong bawah tanah.

Lorong Bawah Tanah Tamansari

Dulu, lorong ini digunakan sebagai jalur rahasia yang menghubungkan berbagai bagian taman, bahkan sampai ke keraton.

Sekarang, kamu bisa masuk ke beberapa bagian lorong yang masih bisa diakses. Suasananya cukup redup dan dingin, memberi pengalaman yang berbeda dibanding area terbuka.


3. Sumur Gumuling

Bagian ini sering disebut sebagai “masjid bawah tanah”.

Sumur Gumuling / Masjid Bawah Tanah Tamansari Jogja

Strukturnya melingkar, dengan tangga yang bertemu di tengah seperti bentuk salib. Dulu, tempat ini digunakan sebagai tempat ibadah.

Salah satu hal menarik di sini adalah akustiknya—suara bisa terdengar jelas meski kamu berbicara dari sisi yang berbeda.


4. Pulo Kenongo

Ini adalah salah satu area tertinggi di kompleks Taman Sari.

Pulo Kenongo Tamansari Jogja

Dulu, tempat ini digunakan sebagai ruang bersantai Sultan dengan pemandangan ke seluruh area taman. Sekarang, yang tersisa adalah struktur bangunan yang sebagian runtuh, tapi masih menyisakan kesan megah.


5. Kampung Sekitar Taman Sari

Yang menarik, Taman Sari sekarang menyatu dengan permukiman warga.

Saat keluar dari area utama, kamu akan masuk ke gang-gang kecil yang menjadi bagian dari Kampung Wisata Tamansari.

Di sini, kamu bisa melihat kehidupan sehari-hari warga, mural, hingga spot foto unik yang tersebar di berbagai sudut.


Pengalaman Berjalan di Taman Sari

Berjalan di Taman Sari itu bukan pengalaman yang “lurus”.

Kamu akan melewati lorong, masuk ke gang kecil, lalu tiba-tiba menemukan bangunan bersejarah. Kadang terasa seperti tersesat, tapi justru di situlah keseruannya.

Tidak ada jalur yang benar-benar kaku. Kamu bebas mengeksplorasi, menemukan sudut-sudut tersembunyi, dan menikmati suasana yang berbeda di setiap langkah.


Lokasi dan Akses

Taman Sari berada tidak jauh dari Keraton Yogyakarta.


Tips Berkunjung ke Taman Sari

Agar pengalamanmu lebih nyaman, kamu bisa mengikuti beberapa tips berikut:


Estimasi Waktu Kunjungan

Untuk menikmati Taman Sari dengan santai:


Penutup

Taman Sari bukan hanya tentang bangunan tua atau spot foto.

Tempat ini adalah potongan sejarah yang masih hidup—tentang bagaimana Sultan dulu beristirahat, merancang ruang pribadi, hingga menciptakan sistem yang tidak hanya indah, tapi juga fungsional.

Saat kamu berjalan di dalamnya, kamu tidak hanya melihat masa lalu, tapi juga merasakan bagaimana cerita itu masih tersisa hingga hari ini.

Kalau kamu sedang berada di Jogja, Taman Sari adalah salah satu tempat yang layak kamu jelajahi dengan lebih pelan.

Artikel Terkait

Tag:

  • wisata budaya jogja
  • budaya jogja
  • wisata jogja
  • tempat wisata jogja
  • keraton yogyakarta
  • candi di jogja
  • museum di jogja
  • sumbu filosofi jogja
  • sejarah jogja
  • wisata sejarah jogja
  • wisata edukasi jogja
  • destinasi jogja
  • wisata sleman
  • wisata bantul
  • wisata kota jogja
  • candi prambanan
  • candi ratu boko
  • museum sonobudoyo
  • museum jogja
  • wisata keraton
  • itinerary jogja
  • panduan wisata jogja
  • liburan jogja
  • wisata jogja 2026